Jumat, 25 Maret 2022

Novel Pengantin Penggantin Bab 80


Untuk kamu yang suka membaca novel akan tetapi tidak mau berlangganan terlebih dahulu kamu bisa membaca Novel Pengantin Pengganti di situs ini dengan gratis.

Kisah Pengantin Pengganti. Novel ini bergenre romantis dan sedang trend saat ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti cerita tentang kisah cinta Nico yang ditinggal pergi oleh tunangannya yang pergi dua bulan menjelang pernikahan mereka

Tunggu Apalagi mari baca Novel Pengantin Pengganti Bab 80 ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti Bab 80

Para awak media langsung menunjuk-nunjuk Jihan. Ibu dan anak itu meringkuk seperti tikus jalanan yang dimarahi dan dipukul semua orang. Ketika Jihan berteriak agar menjauhi mereka, para awak media malah balik mengatai-ngatai ibu dan anak itu.

[Jihan ini, juga sama jahat dan liciknya dengan ibunya, buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya]

[Yang aku dengar ibu dan anak ini juga pernah menjual Khansa kepada Tuan Arman, hanya demi sebuah investasi untuk perusahaan Isvara]

[Mereka berdua ini memiliki hati seperti hati penyihir jahat]

[Berhati hitam dan busuk]

Dengan cepat sekelompok security muncul dan memaksa untuk menyelamatkan ibu dan anak yang sudah terluka dengan menyedihkan itu. Setelah dengan susah payah menyelamatkan ibu dan anak tersebut, para petugas itu meminta Jihan dan Maharani agar segera pergi meninggalkan tempat konfrensi itu.

Para petugas itu juga memiliki beberapa bekas cakar di wajahnya karena mencoba menahan serangan untuk Jihan dan Maharani.

Mereka segera menuju ke mobil mereka, dan segera melajukan mobilnya pergi meninggalkan tempat yang kacau itu.

Maharani dan Jihan sampai di rumah, Jihan takut Fauzan marah dan akan mengusir mereka keluar dari rumah, “Bu Ayah benar-benar marah kali ini! Apakah ayah akan mengusir kita?”

“Bagaimana ini! Bagaimana jika Ayah akan mengusir kita?” ujar Jihan lagi dengan nada Khawatir.

“Kemana kita akan pergi nanti?" tanya Jihan sambil menggigit-gigit bibirnya.

Maharani pun tidak pernah menyangka jika dia akan berakahir seperti ini, Maharani merasa sudah mengorbankan seluruh masa mudanya demi Fauzan dan demi keluarga Isvara. Karena itum Maharani tidak bisa dan tidak rela kalah dari Khansa, dan Maharani juga enggan mengaku kalah dari Khansa, anak yang dianggapnya kampungan itu.

Maharani tidak menyangka jika Khansa malah akan balik menipunya dengan membuat adegan dramatis seperti itu, lalu membuatnya menerima konsekuensinya. Berita tentang dirinya semakin Viral, Ibu dan anak itu tidak berani pergi keluar rumah, dan Maharani jelas tidak ingin meningalkan kediaman Isvara, karena status Nyonya Isvara yang sah adalah miliknya jadi untuk apa dia pergi.Khansa yang seharusnya pergi dari keluarga Isvara, bukan dirinya.

Maharani mengambil tangan Jihan, lalu menepuk-nepuknya, “Sudah tak usah kahawatir lagi, Ibu pasti akan menyelesaikan masalah ini !" ujarnya menghibur Jihan.

Belakangan ini Fauzan sering tidak pulang, akhir-akhir ini Fauzan lebih memilih tidur di luar. Maharani menelepon Fauzan berkali-kali, tapi Fauzan tidak menjawbanya.

Maharani menutup teleponnya, dia sangat marah, sampai-sampai ingin melempar ponselnya.

“Semua ini karena anak sial itu,” hardik marah Maharani.

“Tunggu saja! Aku akan segera menghancurkanmu. Aku adalah Maharani, apa yang aku inginkan harus bisa dan selalu akan aku dapatkan. Bukankah aku sudah berhasil merebut status posisi ibumu itu Hah!” gumam kesal Maharani, meracau sendiri.

Saat ini Khansa sedang berlibur ke Bali, menikmati hari yang menyenangkan bersama Emily. Mereka berbincang sembar becanda, berjalan santai, “Tuan Isvara benaran nampak marah kali ini, ini pertama kalinya aku melihat dia sekasar itu kepada Maharani,” ujar Emily.

"Apa kau lihat, Tuan Isvara menampar Maharani?" ujar Emily dengan nada senang.

“Ya dia menamparnya, namun satu tamparan itu tidak cukup menggantikan penderitaan yang telah aku tanggung selama ini.” ujar Khansa melirih.

“Apa menurutmu dia akan menceraikan Maharani?” tanya Emily seraya menghentikan langkahnya.

“Emm, sepertinya belum akan! Aku sangat mengenal Fauzan Isvara ini. Selama kau masih berguna untuknya maka dia tidak akan membuangmu. Lihat saja aku!

Diasingkan bertahun-tahun. Namun, hanya karena aku berguna untuknya maka dia memanggilku kembali," jelas Khansa.

"Ya analisamu itu ada betulnya juga,” ujar Emily.

“Lalu apakah kau sudah bersiap akan untuk peperangan selanjutnya?" tanya Emily.

“Tentu saja, bukankah aku sudah mengatakan aku kembali karena ingin mengetahui tentang kematian ibuku waktu itu, jadi tentu saja aku sudah siap dengan segala konsekuensinya?" jawab lugas Khansa. "Termasuk jika kau harus kehilangan suamimu pada akhirnya nanti?" tanya Emily dengan nada Khawatir.

Mendengar pertanyaan Emily, bibir Khansa yang sedari tadi lugas menjelaskan ini dan itu, tiba-tiba langsung saja terkatup. Enggan untuk menjawab, tak mau menjawab.

Khansa bersedia menikah dengan tuan muda Sebastian karena memang ingin meminjam status keluarga Sebastian untuk mencapai tujuannya.

"Aku bukan wanita yang hanya mengandalkan perlindungan pria untuk hidup,” jawab Khansa dengan yakin.

“Bagus jika begitu,” ujar Emily yang berpikir jika akan terjadi perpisahan antara Khansa dan Leon, maka itu tidak akan membawa kepedihan yang mendalam bagi sahabat baiknya ini.

"Tapi! Apa kau akan benar-benar menyerah jika keadaan membuatmu harus berpisah dengan suamimu?" tanya Emily lagi penasaran.

Khasa terdiam lagi, Lalu Emily mengemukakan pendapatnya lagi. “Jika ada Cinta, maka pertahankan! Jika bersamanya kau malah mendapatkan sakit hati maka tinggalkan!" nasehat bijak Emily.

"Hei sejak kapan kau jadi selembut ini, bijak sekali hari ini!” gumam Khansa sambil tertawa.

Emliy yang dia kenal tidak akan segan membalas yang mencubitnya lebih dulu, bahkan bisa membalas dengan daya dua kali lipat. Tapi hari ini malah bisa mendengarkan nasehat manis yang keluar dari mulutnya.

“Pikirkanlah apa yang aku katakan ini, jika cinta jangan menyiksa diri sendiri, jika cinta itu menyakitimu maka pergilah. Cinta tidak akan membuatmu menangis perih! Ingat itu, jika seperti itu namanya bukan cinta, tapi cinta bertepuk sebelah tangan!" nasehat Emily lagi.

“Emm ... apa itu adalah naskah skenario drama terbarumu?" tanya Khansa sedikit mencandai Emily.

“Ihh kau ini .... Mengapa sering kali tak mau dengar apa kataku!" gumam Emily menggemas dengan teman baiknya ini.

“Padahal akan menjadi lebih mudah jika kau langsung saja meminta bantuan tuan muda Sebastianmu!"

“Sudah aku katakan, aku tidak ingin mellibatkan tuan muda Sebastian terlalu dalam ke permasalahan aku!" jelas Khansa lagi.

“Yaya baiklah, berdebat denganmu maka aku akan selalu kalah,” tukas Emiliy.

Mereka tiba di Vila, Khansa langsung saja berbaring di ayunan rotan. Khansa hari ini memakai gaun berwarna merah, ini semakin menonjolkan kulit putihnya, wajah kecilnya yang begitu menawan, terlihat acuh tak acuh dengan daya pikat yang riang.

Jika Khansa tidak pernah di asingkan ke desa, maka bisa jadi saat ini Khansa akan menjadi pesaing Emily di dunia entertainment, sebagai primadona yang sangat diingini.

Emily langsung melihat ke arah Khansa, hatinya terasa meleleh melihat kecantikan kawan baiknya ini, sambil berpikir apakah tuan muda Sebastian akan berhasil menawan teman baiknya ini untuk selalu berada di sisi tuan muda Sebastian, jika tidak maka pria seperti apa yang bisa menahannya?

Novel Pengantin Pengganti Bab 80 Selesai

Kamu bisa membaca bab selanjutnya dengan cara terus mengikuti perkembangan situs ini dan selalu gratis untuk kalian semua. Kamu juga bisa membagikan link novel ini ke teman-teman kamu.

Jika kamu ingin membaca novel dengan judul yang berbeda kamu bisa membacanya di situs ini karena di situs ini terdapat berbagai novel yang berbeda yang bisa kamu baca secara gratis.

Novel Pengantin Penggantin Bab 79


Untuk kamu yang suka membaca novel akan tetapi tidak mau berlangganan terlebih dahulu kamu bisa membaca Novel Pengantin Pengganti di situs ini dengan gratis.

Kisah Pengantin Pengganti. Novel ini bergenre romantis dan sedang trend saat ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti cerita tentang kisah cinta Nico yang ditinggal pergi oleh tunangannya yang pergi dua bulan menjelang pernikahan mereka

Tunggu Apalagi mari baca Novel Pengantin Pengganti Bab 79 ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti Bab 79

Maharani melotot kejam pada Jihan dan menutup mulut Jihan, tapi terdengar oleh seorang awak media. Maharani menarik Jihan untuk pergi juga dari sana. Saat mereka bertiga hendak pergi, secara kebetulan sedari tadi ada reporter yang sedang berdiri tak jauh dari mereka, matanya langsung saja terbelalak ketika mendengar percakapan ibu dan anak itu.

“Ya ampun! ternyata Nyonya Isvara dalam dalang dari skandal ini!” ujar reporter tersebut.

Fauzan yang mendengar ini, langsung saja menghentikan langkah kakinya, Maharani pun terkejut dengan wajah yang memucat, Hatinya mengatakan kali ini dirinya akan benar-benar habis. Para wartawan langsung saja mengerumuni Maharani.

Dalam sesaat, seluruh dunia tahu kalau Maharani sang ibu tiri lah pelakuknya. Para netizen mulai mengkritik Maharani, Fauzan juga diserbu berbagai pertanyaan dari awak media tentang perbuatan Maharani.

[Jelas saja pelakunya adalah ibu tiri, Maharani yang ingin menguasai harta bagian Khansa]

[Sungguh ratu drama sekali wanita ini, sangat pandai menyusun skenario]

Para wartawan pun sibuk mengambil foto-foto Maharani, sambil mendorong mikrofon mereka di depan Maharani sambil melontarkan berbagai pertanyaan.

[Mengapa kau melakukan semua ini? Bersengkokol membuat foto skandal, menjebak Khansa Isvara?]

[Kalian sudah membuang Khansa ke pedesaan,lalu menjadi pengantin pengganti untuk menggantikan posisi putrimu dalam perjodohan keluarga. Dia tidak berbahaya, mengapa kalian malah menjahatinya]

Maharani hanya terdiam mendengar segala macam pisau pertanyaan yang di lemparkan kepadanya dengan terang benderang. Para awak media pun ikut melirik ke arah Fauzan Isvara dan kembali menanyakan hal yang kurang lebih sama.

[Tuan Isvara! Apakah kau benar-benar tidak tahu bahwa Nyonya Isvara adalah pelakunya?]

[Apa pendapatmu tentang skenario yang dibuat oleh Nyonya Isvara ini]

Tiba-tiba saja konfrensi pers yang awal mulanya ingin menjelekan Khansa berubah drastis menjadi membuka aib pasangan isvara itu, Ayah yang hanya setengah hati mencintai putrinya itu. Fauzan menatapi Maharani dengan tatapan terkejut karena mendengar pernyataan-pernyataan para awak media. Tidak pernah terpikir dalam pikirannya bahwa istrinya itu adalah dalang dari skandal foto fulgar ini.

Keadaan belum mereda, tapi malah ada berita lain yang lebih menghebohkan lagi. Baru saja terposting berita Maharani ketika masih baru memulai debutnya sebagai. Berita itu menuliskan siapa yang waktu itu menjadi pendukung Maharani untuk bisa melangkah menjadi artis. Pria itu adalah orang yang baru saja ditangkap oleh pihak kepolisian baru-baru ini karena kasus pelac*ran di kalangan artis. Para awak media pun kembali berspekulasi jika pria itu adalah kaki tangan Maharani di dalam menjebak Khansa.

[Bukankah pria ini adalah soponsor utama Maharani di waktu dulu]

[Sudah pasti mereka sudah bersengkokol di dalam menjebak Khansa]

[Sungguh benar-benar kejahatan yang teroragnisir dengan baik]

Mendegar bisik-bisik awak media terang saja membuat Fauzan benar-benar telah merasa kehilangan reputasinya karena hal ini, “Apa ada yang ingin kau jelaskan tentang ini?”

Maharani pun tercengang takut melihat tatapan Fauzan yang mengerikan itu, ya reputasi adalah segala-galanya bagi Fauzan, dan hari ini Maharani malah menghancurkannya. Emily merasa geram dengan Maharani yang sedari lama telah menjahati Khansa, karena itu Emily langsung mencari aib Maharani dan langsung saja menyebarkannya. Kali ini Emily memakai rumus pepatah “sudah terjatuh tertiban tangga pula."

Pikiran Maharani jadi kosong, berani yakin kalau Emily sedang membantu Khansa. Semua ini jebakan Khansa. Maharani tercengang dan tiba-tiba tidak tahu harus bagaimana berbohong, lalu mengulur waktu agar dibahas dirumah.

“A-aku akan menjelaskan ini padamu nanti, ayo! Kita pulang dulu," ajak Maharani sambil ingin menggandeng tangan fauzan.

Fauzan tidak mendengar penjelasan Maharani dan langsung memukul Maharani dengan kejam di tempat juga dengan sangat kasar sampai terjatuh di lantai.

Aargh!" teriak Maharani.

Maharani merasa kali ini dirinya benar-benar akan tamat, Maharani menyeka bibirnya yang berdarah itu. Fauzan tidak ingin bertemu lagi dengan Maharani dan langsung pergi.

“Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi!” ujar fauzan seraya langsung pergi meninggalkan Maharani.

Maharani tidak pernah merasa begitu sedih, Maharani berdiri sambil menghapus lagi sudut bibir yang masih mengeluarkan darah dan pipinya yang memerah karena tamparan telapak tangan Fauzan.

Sementara itu, para awak media masih terus mengambil foto-foto Maharani yang menyedihkan itu.

Beberapa orang dari kerumunan itu semakin menggebu mengambil foto Maharani, Jihan langsung saja mendorong-dorong awak media yang terlihat brutal tersebut. Tidak berhasil malah membuat Jihan juga terjatuh dan ikut terinjak-injak. Keadaan mereka berdua saat ini sangatlah tidak sedap di pandang dan tidak dihargai.

“Pergi kalian!” pekik Jihan kepada para awak media itu

Jihan mencoba memapah Maharani, mereka berdua saling berangkulan untuk bisa berjalan, namun awak media masih belum mau melepaskan ibu dan anak tersebut, bahkan ada salah satu dari mereka yang menjambak rambut jihan sangking gemas kesalnya pada kedengkian ibu dan anak itu.

“Arggh..." teriak Jihan mendengus kesakitan.

“Lepas! Pergi kalian!” teriak Maharani seraya menolong Jihan dan mengusir-usir orang yang mengerumuni mereka.

Para awak media merasa senang mendapatkan berita besar hari ini, skandal luar biasa yang pernah mereka lihat terjadi di Kota Palembang ini. Mereka bahkan berasumsi sendiri jika fauzan Isvara akan menceraikan maharani. Bahkan ada beberapa dari mereka yang menghardik Maharani secara kasar karena mereka gemas melihat wanita cantik namun berhat iblis dan gila. Mereka menganggap satu tamparan yang fauzan berikan tadi tidaklah cukup.

Foto-foto menyedihkan ibu dan anak tersebut segera saja menjadi topik yang Viral. Sementara itu di Bali, Khansa sedang menyentuh-nyentuh layar ponselnya membaca berita tentang Maharani dan Jihan.

“Sudah kubilang bukan? Pemenang tertawa di akhir,” ujar Khansa.

Khansa juga membaca berita tentang pria yang dulu menyokong maharani, dan di curigai sebagai orang yang bersengkokol untuk menjebak dirinya, “Wanita ini memang benar-benar sangat jahat!"

“Heran, kaki tangannya ini banyak sekali, pendukung kejahatannya,” gumam kesal Khansa.

Sebuah pesan masuk ke ponsel Khansa, melihat nama Emily yang tertera di layar Khansa pun langsung membacanya,

“Bagaimana aku pintar kan?”

Khansa pun tersenyum membaca pesan dari sahabat baiknya itu, mengerti maksud pesan dari Emily adalah minta di puji karena sudah melakukan hal yang keren untuk Khansa.

“Ya, ya kau memang temanku yang paling pintar,” isi pesan Khansa untuk Emily.

“Juga cantik," isi pesan Emily lagi.

“Hissh ... narsis sekali anak ini” gumam tertawa Khansa.

Sementara itu di tempat konfrensi pers, awak media masih saja menjepret dengan heboh. Maharani berteriak dengan keras dan menyedihkan, “Jangan foto lagi! Tidak boleh ambil foto!”

"Security! Security, cepat kemari!” Teriak Maharani lagi dengan nada tidak tahan dan tidak sabaran.

Novel Pengantin Pengganti Bab 79 Selesai

Kamu bisa membaca bab selanjutnya dengan cara terus mengikuti perkembangan situs ini dan selalu gratis untuk kalian semua. Kamu juga bisa membagikan link novel ini ke teman-teman kamu.

Jika kamu ingin membaca novel dengan judul yang berbeda kamu bisa membacanya di situs ini karena di situs ini terdapat berbagai novel yang berbeda yang bisa kamu baca secara gratis.

Novel Pengantin Penggantin Bab 78



Untuk kamu yang suka membaca novel akan tetapi tidak mau berlangganan terlebih dahulu kamu bisa membaca Novel Pengantin Pengganti di situs ini dengan gratis.

Kisah Pengantin Pengganti. Novel ini bergenre romantis dan sedang trend saat ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti cerita tentang kisah cinta Nico yang ditinggal pergi oleh tunangannya yang pergi dua bulan menjelang pernikahan mereka

Tunggu Apalagi mari baca Novel Pengantin Pengganti Bab 78 ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti Bab 78

Emily adalah salah satu dari anggota dunia entertaiment, ditambah topik Instagram berhubungan dengan Khansa dan menjadi trending topik. Sejak Emily memulai debutnya di industri hiburan.

Kecantikan dan kemampuan akting Emily telah membuatnya mendapatkan banyak pengikut. Jadi sudah pasti akan menjadi trending topik di tiap kali Emily memposting sesuatu.

Apalagi postingan kali ini dengan wanita yang sedang terseret skandal besar, khansa Isvara wanita liar yang menyelingkuhi suaminya yang sakit-sakitan untuk bermain dengan pria dan itu bahkan dengan lebih dari satu pria. Sontak saja postingan Emily ini langsung saja menjadi topik paling menghebohkan di jagad internet.

Meski memakai cadar namun bisa jelas terlihat jika kulit Khansa terlihat bersinar. Yang paling tampak adalah alis yang tebal dengan pemakaian eye shadow yang tipis berwarna cokelat muda.

Ini adalah kecantikan misterius bagi para netizen yang melihatnya. Tatanan rambut yang bergelombang, menjadi ciri khas Khansa dan ini sungguh memancarkan kesan seksi. Meski bercadar nampak terlihat siluet dagu dan hidungnya Khansa sudah sangat-sangat sempurna.

Emily juga tak kalah cantiknya, Emily memilih lipstik yang lebih ke merah bata dan muda, kecantikan Emily dipertegas dengan riasan blush on yang memperlihatkan kesegaran yang merona pada bagian pipi, karena wajah Emily sedikit bulat.

Emily membuat kesan rambut bergelombang di bagian bawah rambutnya agar lebih kentara dengan memberikan sentuhan jari-jari tangan, ini membuat Emily terlihat glamor.

Emily tidak memerlukan sentuhan riasan yang berlebihan, apalagi warna-warna keras. Pada lipstik pun terkadang dia menggunakan warna pucat.

Netizen dibuat tak berdaya dengan penampakan dua wanita cantik ini, mereka pun ramai-ramai mengomentari Khansaa dan Emily.

[Jika di nilai dari rumus rasio kecantikan ala Yunani, maka mereka berdua ini pasti akan mengantongi nilai paling tinggi untuk kecantikan]

[ini adalah Dewi Aphrodite , dewi cinta Yunani versi manusia, keduanya memiliki paras yang cantik rupawan sehingga membuat siapa pun yang melihatnya akan jatuh cinta]

[Ya mereka berdua ini seperti sebuah pil KKB, kecantikan, Kebahagian , bujuk rayu]

Jihan langsung terdiam melihat komentar yang heboh ini, “Ini mengapa menjadi tidak sesuai dengan seperti apa yang ibu bilang."

“Bagaimana dengan pria yang sudah ibu bayar dengan begitu banyak uang?” pikir Jihan.

“Bagaimana cara Khansa melarikan diri dari para berandal itu?" pikir Jihan lagi.

Maharani juga menyadari foto tak senonoh itu palsu dan wanita di dalamnya bukan Khansa! Maharani terjebak dan segera mengakhiri konferensi pers.

“Sial! Mereka telah menipu aku!" hardik marah Maharani dengan wajah marah yang mengerikan.

“Puluhan juta aku sudah membayar kalian, tapi malah mendapatkan hal seperti ini, benar-benar sial !” hardik marah Maharani lagi dalam hati geram.

Dengan cepat, Maharani menutup Konfrensi pers tersebut, Maharani berdiri dan berkata, “Konfrensi pers hari ini kita akhiri, kami tidak tahu sebetulnya bagaimana detail tentang ini, beri kami waktu untuk menyelidiki tentang semua ini.”

“kami janji akan memberikan jawaban yang memuaskan jika semua telah jelas,” tukas Maharani.

Maharani menarik Fauzan dari sana. Wajah Fauzan nampak terlihat panik. Namun ini semua karena Fauzan mengkhawatirkan reputasinya bukan karena khawatir akan Khansa.

Baru saja memutuskan tali silaturahmi dengan Khansa karena foto skandalnya yang tak patut dilihat itu, tapi siapa sangka malahan angin berputar, berbalik merubah segalanya dengan cepat. Wanita di foto itu bukanlah Khansa.

“Kenapa bisa begini! Apa kau tahu betapa malunya aku!" hardik Fauzan.

“Baru saja aku memutuskan hubungan ayah dan anak, tapi ternyata itu semua adalah berita palsu. Bukankah ini akan membuat aku terlihat sebagai ayah yang kejam!?” ujar marah Fauzan kepada Maharani.

Fauzan sangat memperhatikan reputasinya di depan para kolega bisnisnya, dengan kejadian ini tentu saja itu sama saja seperti mencoreng wajah fauzan di depan mereka, "Segera cari tahu tentang masalah ini! Kau kan banyak memiliki teman dalam dunia hiburan!" perintah Fauzan.

"Mengapa hal seperti ini bisa luput dari pengawasanmu!" ujar marah Fauzan kepada Maharani.

"Ya,ya aku tahu .... pasti akan aku hubungi, ujar Maharani dengan tersenyum sambil menyembunyikan kegugupannya.

“Ayo! Kita pergi dari sini,” ajak maharani seraya menarik Fauzan untuk menjauhi awak media yang telah dia undang.

“Ingat selidiki dengan benar siapa yang memposting foto tel*anjang itu secara online!” perintah Fauzan lagi sembari melepaskan gandingan tangan Maharani di lengannya.

“Seluruh kota sekarang tahu tentang skandal ini dan juga tentang pencoretan nama Khansa dari daftar keluarga Isvara, mau taruh di mana mukaku!" ujar Fauzan sambil menjauh dari Maharni dan mendorongnya.

Maharani menjawabnya denga asal, "Baik, baik aku pasti akan menyelidiki tentang ini,” sambil berusaha mengejar langkah cepat fauzan.

Hati Maharani berdegup kencang, tidak berani membayangkan kalau sampai Fauzan tahu dirinya adalah dalang di balik ini semua, itu sama saja artinya dengan perceraian di depan mata, karena semua hal yang paling fauzan pentingkan adalah reputasi dan harga dirinya.

Hal-hal lainnya selama itu tidak merusak reputasinya, maka fauzan tidak akan ambil pusing dan tidak akan ikut campur.

Maharani tetap tenang dan pura-pura menyetujui permintaan Fauzan. Maharani segera saja bersikap tenang, Berpikir jika jika tidak ada yang bisa mengetahui jika itu adalah perbuatannya.

“Itu pasti Emily yang berada di balik semua ini, dia yang menolong Khansa, pikir Maharani menganalisa.

Sebagai senior di dunia hiburan, Maharani mengetahui dengan baik sepak terjang Emily, dan bagaimana culasnya Emily kepada pesaing yang ingin menjatuhkan nama baiknya dengan fitnah-fitnahan dan kabar negatif, maka Emily akan dengan cepat membalas dengan semua hal aib tentang orang itu akan terpampang di keesokan harinya. Emily ini di kenal licin bagai belut dan licik bagai rubah.

“Sjal!” Aku benar-benar lupa jika Emily adalah teman baik Khansa semasa kecil mereka dulu, “Harusnya aku memperhitungkan tentang ini, tentang persahabatan mereka,” gumam maharani merutuki dirinya sendiri.

Maharani tidak menyangka jika, mereka berdua, Khansa dan Emily, masih berteman baik sampai dengan saat ini, Maharani teringat tentang insiden gaun NT waktu itu dan merasa semakin kesal karena telah di pecundangi oleh Khansa berkali-kali.

“Dua wanita racun!” hardik marah maharani kepada Khansa dan Emily.

Jihan mencari-cari keberadaan Maharani, ketika melihatnya segera saja Jihan berlari kea rah Maharani dan bertanya dengan terang-terangan kepada Maharani kenapa Khansa tidak digilir.

“Bu, apa yang terjadi? Bukankah para pria itu seharusnya menggilir Khansa?”

“Sstt ... diam! Bisa saja ada yang mendengarmu. Jangan buat masalah menjadi bertambah rumit!” ujar Maharani sambil melirik ke arah Fauzan dan menarik Jihan menjauhi Fauzan.

Novel Pengantin Pengganti Bab 78 Selesai

Kamu bisa membaca bab selanjutnya dengan cara terus mengikuti perkembangan situs ini dan selalu gratis untuk kalian semua. Kamu juga bisa membagikan link novel ini ke teman-teman kamu.

Jika kamu ingin membaca novel dengan judul yang berbeda kamu bisa membacanya di situs ini karena di situs ini terdapat berbagai novel yang berbeda yang bisa kamu baca secara gratis.

Novel Pengantin Penggantin Bab 77


Untuk kamu yang suka membaca novel akan tetapi tidak mau berlangganan terlebih dahulu kamu bisa membaca Novel Pengantin Pengganti di situs ini dengan gratis.

Kisah Pengantin Pengganti. Novel ini bergenre romantis dan sedang trend saat ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti cerita tentang kisah cinta Nico yang ditinggal pergi oleh tunangannya yang pergi dua bulan menjelang pernikahan mereka

Tunggu Apalagi mari baca Novel Pengantin Pengganti Bab 77 ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti Bab 77

Maharani berusaha secepat kilat untuk mengadakan konferensi pers yang paling mewah, seluruh awak media di kota Palembang semuanya datang. Padahal hanya baru hitungan hari foto skandal itu viral, namun sudah heboh mukan main.

Media sangat menaruh perhatian pada berita ini. Berita tentang kehidupan liar Khansa telah berhasil dibesar-besarkan oleh orang bayaran Maharani. Karena itu begitu Maharani mengumumkan konfrensi pers hari ini, wartawan dari berbagai media pun berebut datang meliput.

"Bu! wartawan yang datang sangat banyak," ujar Jihan.

Maharani pun tersenyum puas, "saatnya menyingkirkan ulat bulu," bisik Maharani.

Jihan juga datang karena mau melihat Khansa diusir dari keluarga Isvara dengan matanya sendiri. Maharani mendekati Fauzan yang masih sibuk dengan ponselnya, "Sayang! Sudah saatnya kita memberikan keterangan!" ajak Maharani.

Fauzan pun menutup sambungan ponselnya, lalu dengan wajah muram, Fauzan mengikuti langkah Maharani menuju panggung konfrensi pers.

Begitu Fauzan dan Maharani naik panggung, semua wartawan sibuk mengambil foto-foto mereka dan langsung mewawancara keluarga Isvara.

[Tuan dan Nyonya Isvara apakah kalian benar-benar yakin jika wanita yang di foto itu adalah Khansa Isvara?]

[Tuan Isvara! Apa kau tahu di mana sekarang Khansa?]

Maharani pura-pura sedih dan tidak tahu dan mengatakan jika mereka tidak tahu menahu tentang keberadaan Khansa sekarang, dan perbuatan Khansa sudah mengecewakan keluarga Isvara.

"Dengan skandal besar seperti ini, maka sudah jelas terlihat sepertinya Khansa malu dan takut untuk muncul di depan publik, bahkan di depan keluarga sendiri," jelas Maharani.

"Kami sudah lama tidak berkomunikasi, dia sudah memutuskan hubungan komunikasi dengan kami, keluarganya sendiri. Apa yang dia lakukan baru-baru ini sudah benar-benar membuat kami kecewa."

Tak ingin memperpanjang konfrensi pers ini, maka Fauzan pun segera saja mengambil alih wawancara, "Konfrensi pers hari ini bukan tentang sesi tanya jawab, tapi karena ada satu pengumuman penting yang akan aku umumkan."

Raut wajah Fauzan jelek sekali dan mengumumkan dengan resmi mengusir Khansa dari keluarga Isvara, "Khansa Isvara telah mencemarkan nama baik keluarga Isvara dengan tindakan tidak ssnonohnya, karena itu aku memutuskan hubungan ayah dan anak. Kedepannya jika Khansa melakukan hal serupa lagi, maka kami keluarga Isvara tidak ada sangkut paut dengan perbuatan liarnya itu."

Mendengar pernyataan Fauzan, sontak saja semuanya membincangkan dengan ramai.

[Khansa Isvara memang pantas untuk diusir]

Jihan yang sedari tadi melihat, langsung saja dalam hati merasa sangat senang sekaligus menghina, "Siapa suruh berani bertengkar dengan aku, sekarang rasakan!"

Jihan senang sekali dalam hati, Maharani diam-diam tersenyum kejam dan dingin, ketika mendengar cemoohan orang-orang yang datang di konfrensi pers tersebut kepada Khansa.

Saat ini tiba-tiba ada awak media yang berteriak, “Khansa sudah muncul!"

"Mana! Mana!" Ujar salah satu dari mereka.

"Periksa ponsel kalian!" teriak wartawan yang tadi pertama kali melihat Kemunculan Khansa.

Rupanya Emily menggunggah foto dirinya bersama Khansa ke Instagram. Sesaat kemudian menjadi topik paling trend di Instagram.

Semuanya sibuk membuka ponsel mereka, dan langsung berseluncur ke instagram Emily untuk mengecek foto yang baru saja beberapa menit di unggah tapi sudah menjadi trending topik.

Emily baru saja mengunggah foto dirinya dan Khansa, mereka berdua terlihat tengah asyik bermain di pantai. Matahari terbenam membuat siluet warna emas. Sementara dua wanita cantik sedang berpose di depan kamera. Emily menambahkan sebuah kalimat - Sahabat datang ke Bali, senang sekali

Salah satu wartawan mencoba membandingkan foto Khansa ketika bersama Emily dengan foto Khansa ketika bersama pria yang ada di foto.

Foto tersebut kebetulan memperlihatkan siluet tampak samping Khansa, lalu wartawan itu segera membandingkan dengan foto skandal yang sedang hangat dibicarakan.

[Ini bukan foto Khansa Isvara]

Mendengar ada yang berteriak seperti itu, semua netizen mulai membandingkan wajah Khansa dengan foto Khansa di foto tak senonoh itu dan menyadari wanita itu bukanlah Khansa.

[ya betul, gadis dalan foto skandal itu bukan Khansa Isvara]

[Ya! Dari alisnya saja sudah terlihat berbeda]

[Matanya pun terlihat berbeda]

[Ya! Satunya-satunya kesamaan mereka hanya memiliki postur tubuh yang sama]

Sontak saja foto kedua sahabat baik itu, menuai pujian setinggi langit lagi dari para Netizen yang memberi tanda suka kepada postingan Emily.

[Waw, dua wanita ini seperti wanita yang baru keluar dari lukisan indah].

[Apakah Khansa Isvara adalah teman baik Emily, Waw persahabatan yang terlihat sangat manis]

[Jahat sekali, jika sampai ada yang menfitnah Khansa yang terlihat polos itu]

Tiba-tiba ada seseorang yang berkata, "Coba lihat tanggal foto ini ketika diambil, ini adalah tanggal ketika skandal foto itu terjadi."

Tempat konfrensi pers pun kembali bergemuruh dengan suara-suara yang menyiratkan keraguan tentang berita Khansa dan foto fulgarnya.

Ada satu orang lagi yang menambahkan celotehan sebelumnya, "Khansa sudah dibuang ke desa sejak kecil, dan ketika dia kembali, malah mendapatkan hadiah konfrensi pers pengumuman jika Khansa sudah bukan lagi putri keluarga Isvara."

"Apakah ini salah satu konspirasi yang berbau harta warisan," tambah celoteh salah satu dari mereka lagi.

[Ya, nampaknya apa yang menimpa Khansa Isvara adalah sebuah setingan yang sengaja diatur oleh seseorang yang menginginkan khansa tercoret dari ahli waris]

[Benar-benar orang tua yang unik luar biasa]

Jihan merasa kakinya lemas tidak bisa berdiri, baru saja menikmati kemenangan sebentar, lalu sekarang angin telah berubah arah, menerpa wajahnya dengan kencang.

Maharani bahkan merasa lebih terkejut, memikirkan apa yang sedang terjadi, bukankah dia sudah membayar lunas para penjahat itu. Lalu mengapa malah jadi wanita lain yang ada di foto tersebut.

"Apa aku baru saja di tipu," pikir Maharani.

Di malam itu, Ketika Khansa berhasil menekan nomor darurat, maka nomor itu tersambung langsung kepada Emily. Ketika penculik itu tengah berkata-kata, maka Emily dapat mendengarkan semuanya. Ketika menyadari Khansa telah dibawa pergi. Emily langsung saja menggerakan orangnya untuk menyelamatkan Khansa.

Sesampainya orang Emily di sana, justru Khansa malah sedang duduk enak menunggu di jemput. Ya Khansa dan si penculik telah membuat kesepakatan. Khansa menggunakan kartu yang Leon berikan untuknya malam itu, untuk menebus dirinya sendiri.

Ketika Khansa menggunakan kartu itu, maka Leon pun menerima notifikasi, namun karena Leon sudah sepakat tidak mencampuri urusan Khansa, dan Leon memilih tidak bertanya mau diapakan uang ratusan juta yang Khansa pakai itu.

Khansa telah berhasil melepaskan diri dengan mulus. Memberikan keuntungan baru jika bekerjasama dengannya. Setelah sepakat tepat ketika orang-orang Emily datang. Lalu mereka membawa Khansa pergi menemui Emily di Bali.

Jadi ketika tanggal kepergian Khansa ke Bali adalah tanggal yang sama dengan foto Skandal itu terhajadi, maka semua netizen langsung saja membela balik Khansa.

Novel Pengantin Pengganti Bab 77 Selesai

Kamu bisa membaca bab selanjutnya dengan cara terus mengikuti perkembangan situs ini dan selalu gratis untuk kalian semua. Kamu juga bisa membagikan link novel ini ke teman-teman kamu.

Jika kamu ingin membaca novel dengan judul yang berbeda kamu bisa membacanya di situs ini karena di situs ini terdapat berbagai novel yang berbeda yang bisa kamu baca secara gratis.

Novel Pengantin Penggantin Bab 76


Untuk kamu yang suka membaca novel akan tetapi tidak mau berlangganan terlebih dahulu kamu bisa membaca Novel Pengantin Pengganti di situs ini dengan gratis.

Kisah Pengantin Pengganti. Novel ini bergenre romantis dan sedang trend saat ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti cerita tentang kisah cinta Nico yang ditinggal pergi oleh tunangannya yang pergi dua bulan menjelang pernikahan mereka

Tunggu Apalagi mari baca Novel Pengantin Pengganti Bab 76 ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti Bab 76

Jihan mulai membayangkan masa depannya yang indah, mengira dengan berbuat begini Hendra pasti akan menikahinya. Jihan merasa sudah menang karena telah berhasil merusak reputasi Khansa, melihat trending topik para netizen yang sudah mengatai-ngatai Khansa.

[Tak disangka dibalik penampilannya yang polos anggun, ternyata Khansa Isvara adalah wanita liar]

[Ya sungguh Liar, begitu haus akan sentuhan pria, sampai-sampai sekali bermain tidak cukup dengan satu pria] [Merasa suami sakit keras, lalu berpikir jika apa yang dilakukan tidak ada salahnya! Wanita ini benar-benar sakit jiwa]

[Ada yang tahu berapa harga wanita ini? Aku ingin membookingnya untuk menemani akhir pekan aku]

[Diberi puluhan Milyar untuk menikahinya! Aku pun tidak akan sudi menerimanya]

Melihat media sosial begitu heboh, Jihan pun bergumam sambil tertawa senang dan puas hati, "Kau sudah kalah Khansa, aku akan tetap menjadi Nyonya Ugraha, dan kau akan jadi pecundang selamanya."

"Selamanya kau akan tetap menjadi putri yang terbuang," hina Jihan lagi.

Maharani merangkul Jihan dan akan berbuat apa pun untuk memastikan kebahagiaan Jihan, "Selama ada Ibu, maka Ibu akan memastikan putri-putri ibu untuk selalu menggapai kebahagian dan kemakmuran, janji Maharani.

"Terbaik," puji Jihan seraya mengedipkan matanya.

"Tapi Bu, jika ayah tahu bahwa ibu yang ada dibalik semua ini! Apakah ibu tidak takut membuat ayah murka?" tanya Jihan.

"Tenang saja, mati pun ayahmu tidak akan peduli," jawab Maharani.

"Bukankah Ibu pernah bilang, jika ayah sangat mencintai ibunya Khansa?" tanya Jihan.

Ketika Jihan mengatakan itu Maharani pun mendengus seraya mengatakan, "Huush.. jangan banyak tanya lagi tentang ini lagi,"

Mendengar ibunya memperingatkan seperti itu, maka Jihan pun langsung menutup mulutnya dan tidak bertanya lagi, dan tak ingin tahu lagi.

Jihan kembali ke kamar, dan kembali mengecek sosial media yang masih saja terus menghujat Khansa. Melihat jika itu semakin heboh, maka Jihan pun semakin berjingkrak kesenangan.

"Selamat menikmati, dasar wanita bodoh," ejek Jihan lagi.

Tidak lama kemudian Fauzan pulang. Maharani melihat raut wajah yang muram sekali dan jelas kalau malam ini Fauzan sudah mengetahui aib Khansa yang tengah menjadi trending topik.

Berdasarkan tempramen Fauzan yang sangat egois, maka adalah sebuah hal yang mudah untuk memancing kemarahan Fauzan terkait foto skandal fulgar Khansa.

Maharani pura-pura tidak tahu dan membakar-bakar Fauzan yang sudah jelas-jelas marah, "Mengapa wajahmu nampak marah? Apa aku ada buat salah?"

"Khansa, anak sial itu!" jawab Fauzan dengan geram.

"Ada apa lagi? Kali ini apa yang sudah dia lakukan lagi?" tanya Maharani sembari membantu Fauzan melepaskan dasinya dan jas kerjanya.

Fauzan menggulung lengan kemejanya, seraya berkata "Foto-Foto laknat anak itu sedang viral dan telah menjadi trending topik."

"Nah kan! Benar apa kataku. Jika anak itu memiliki simpanan, anak itu benar-benar liar" hina Maharani.

"Lihatlah! Masalah ini sudah benar-benar menjadi serius," tukas Maharani memanas-manasi Fauzan.

"Apa yang akan kau lakukan tentang ini!?" tanya Maharani ingin tahu.

"Aku sangat marah kepadanya, apalagi satu pun panggilan telpon dariku tidak dijawabnya,'' jelas Fauzan.

"Sjapa tahu di luar sana dia malah masih bersenang-senang!" hasut Maharani kepada Fauzan.

"Apa kau memiliki cara?" tanya Fauzan.

"Ah itu ... jika kau mau mendengarkan aku maka itu akan sangat mudah jika kau mau menyelsaikan masalah ini tanpa harus merusak reputasimu, dan juga reputasi keluarga Isvara," jawab Maharani.

"Katakan idemu!" pinta Fauzan.

Maharani pun mengatakan idenya, Maharani meminta Fauzan mengadakan konferensi pers besok untuk mengumumkan putus hubungan keluarga dengan Khansa.

Fauzan berpikir sejenak, lalu setuju dan berkata, "Kau saja yang mengaturnya!"

Mendengarnya jelas telah membuat hati Maharani membuncah, dengan dibuangnya Khansa dari silsilah keluarga Isvara, ini jelas akan membuat kedudukan kedua putrinya akan menempati nomor satu dan nomor dua, nona muda yang paling sangat diinginkan tanpa saingan yang sepadanDi perusahaan.

Hansen datang bertamu ke ruangan Leon, Hansen penasaran Leon sedikit pun tidak peduli dengan berita mengenai Khansa yang menggemparkan itu.

"Hei! Mengapa kak Leon bisa setenang ini?" tanya Hansen penasaran.

Leon hanya bisa tersenyum datar pada Hansen, "Dia tidak suka jika aku mencampuri urusannya, dia bisa menindas Siapa pun yang dia mau, jika ada yang ingin perhitungan dengannya, maka aku yang akan menghadapi mereka.

"Hah! Sejak kapan kak Leon, berubah menjadi lebih manis daripada gula," gumam Hansen sambil mengusap tengkuknya karena merasa merinding. Meski diledek oleh Hansen, Leon tidak peduli karena Khansa pernah berkata agar Leon jangan mencampuri urusan pribadinya.

Saat ini Khansa sedang bersama Emily, "Hei putri tidur bangunlah! Lihat ini kacau sekali. Kau telah menjadi trending sensasi skandal No.1 di Kota Palembang ini.

"Emily ini masih pagi lho," ujarnya.

"Kau ini! Ingin bersaing dengan aku kah? Atau ingin mengambil pekerjaan aku?"

Gumam Emiliy yang merasa belakangan ini betapa Khansa sering sekali menjadi trending topik.

"Ih ... ada apa? Kau ini sedari dulu suka sekali begaduh dengan aku!" Protes Khansa kepada Emily.

"Hei! Ini Iho, kau masuk dalam pencariaan trending topik No.1 sejagat Palembang ini.

"Apa sih!?" tukas Khansa lagi.

Emily memaksa Khansa untuk melihat ponsel di tangannya. Khansa mengambilnya dengan rasa malas, lalu hanya tertawa saja dan melemparkan ponsel Emily ke samping ranjangnya.

"Di mana-mana, pemenang itu tertawa paling akhir," ujar Khansa.

Emily pun membiarkan teman baiknya itu melanjutkan tidurnya, "Terserah kau saja ... aku pergi sebentar, ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan."

Setelah Emily pergi, Khansa pun mengibaskan selimutnya, lalu mengambil ponselnya dan menekan satu nomor.

Di ruang kerja Leon, nampak sedang serius menatapi berkas-berkasnya. Mendengar dering panggilan masuk di ponselnya, Leon pun meletakan penanya dan langsung saja memjawab panggilan itu. Ponsel yang Khansa hubungi adalah ponsel yang memang hanya menyimpan nomor Khansa saja.

"Halo!" jawab Leon.

"Ah ternyata kau tidak pingsan, jawab Khansa.

"Pingsan?" tanya Leon.

"Ya pingsan! Karena diselingkuhi! Seperti apa yang dikatakan di berita-berita itu," sambung jawab Khansa.

"Bukankah aku sedang menjawab panggilan telponmu!" tukas Leon.

"Ah ya! jika begitu tak akan ganggu lagi, kau pasti sedang sibuk," ujar Khansa.

"Aku akan bersibuk juga," ujarnya lagi.

"Sibuk apa?" tanya Leon.

"Tentu saja bermain, aku masih muda, tentu hal paling menyenangkan adalah bermain, jawab Khansa dengan sedikit tertawa.

"Masih muda," pikir Leon.

Tiba-tiba saja Leon memikirkan tentang perbedaan usia mereka, Leon menghela napas memikirkan istrinya itu memang masih sangat muda.

Khansa sedikit merasa lega, karena mengetahui jika Leon tidak terpengaruh oleh berita-berita miring tentangnya.

Khansa meletakan ponselnya diatas nakas sambil berkata "baiklah, saatnya menunggu pertunjukan besar."

Novel Pengantin Pengganti Bab 76 Selesai

Kamu bisa membaca bab selanjutnya dengan cara terus mengikuti perkembangan situs ini dan selalu gratis untuk kalian semua. Kamu juga bisa membagikan link novel ini ke teman-teman kamu.

Jika kamu ingin membaca novel dengan judul yang berbeda kamu bisa membacanya di situs ini karena di situs ini terdapat berbagai novel yang berbeda yang bisa kamu baca secara gratis.

Novel Pengantin Penggantin Bab 75


Untuk kamu yang suka membaca novel akan tetapi tidak mau berlangganan terlebih dahulu kamu bisa membaca Novel Pengantin Pengganti di situs ini dengan gratis.

Kisah Pengantin Pengganti. Novel ini bergenre romantis dan sedang trend saat ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti cerita tentang kisah cinta Nico yang ditinggal pergi oleh tunangannya yang pergi dua bulan menjelang pernikahan mereka

Tunggu Apalagi mari baca Novel Pengantin Pengganti Bab 75 ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti Bab 75

Di dalam rumah sakit, Bibi Fida masih belum siuman, Khansa merawat bibi Fida. Khansa mengelapi tubuh Bibi Fida dengan handuk yang sudah di rendam dengan suam-suam air hangat. Khansa dengan hati-hati. Khansa juga memijit titik-titik kesehatan di tubuh bibi Fida untuk memperlancar peredaran darahnya, juga agar tubun bibi Fida tidak kaku karena lama tidak beraktivitas.

Setelah beres membersihkan tubuh Bibi Fida. Lalu Khansa mengecek denyut nadi bibi Fida. Hati Khansa merasa lega ketika mendapati denyut nadi bibi Fida berdetak dengan normal. Hal ini menandakan tubuh bibi Fida merespon dengan baik atas pengobatan dan obat yang telah diberikan oleh pihak rumah sakit.

"Bibi aku keluar sebentar dulu ya," Khansa berniat mencuci handuk-handuk yang tadi dia pakai untuk membersihkan tubuh bibi Fida.

Khansa akan mencuci handuk-handuk itu di Pantry. Saat ini ada dua pria berbaju hitam yang ikut masuk ke dalam pantry, khansa menoleh dan menatap waspada kepada dua pria tersebut.

Kedua pria tersebut mulai melangkah maju kearah Khansa, "Apa mau kalian!"

Khansa meletakan handuk yang sedang dia pegang, lalu mengambil ponsel yang tadi dia letakan di meja Pantry yang sedang dia belakangi ini. Dan segera menekan angka satu untuk panggilan darurat ke nomor yang telah dia atur.

"Jangan takut, kami hanya ingin mengajak kau bermain sebentar saja!" jawab salah satu dari mereka.

"Ikut kami saja, maka kami akan mengajak kau bersenang-senang," jawab salah satu dari mereka lagi.

Kedua pria itu lalu dengan diam dan pelan telah membius Khansa dan menculik Khansa. Meski Khansa mencoba melawan tetap saja dia tidak bisa melawan efek dari obat bius yang dipakai untuk melumpuhkannya.

Salah satu dari kedua pria itu, membawa pergi Khansa, menggendongnya. Pria tersebut memandangi kulit putih Khansa.

"Sudah lama sekali kita tidak melihat keindahan seperti ini,” gumamnya sambil menatapi Khansa dengan penuh nafsu.

Rekannya yang satu lagi, datang dengan membawa sebuah kursi roda, lalu Khansa di letakan di kursi roda tersebut dan menyelimutinya lalu segera membawa Khansa keluar dari rumah sakit dengan menyamar sebagai tenaga medis, sehingga memudahkan pekerjaan menculik ini.

Mereka berdua dengan cepat membawa Khansa masuk ke dalam mobil SUV hitam mereka, yang sengaja di parkir di area yang buta akan perekam CCTV.

Maharani terus menunggu sebuah pesan, tengah malam, Maharani menerima sebuah foto tak senonoh milik Khansa. Maharani tersenyum licik karena terlalu membenci Khansa.

Foto tersebut memperlihatkan gaya yang sangat erotis. Pria ini terlihat sedang berlutut dengan kedua lututnya dengan ada tubuh Khansa di bawahnya, namun dengan tetap masih mengenakan cadar, hanya sedikit menaikan sisi cadar Khansa. Ini segaja karena khalayak banyak mengenal Khansa dengan memakai cadar. Jika dibuka maka netizen nanti akan sangat mudah menyangkal jika itu adalah Khansa.

"Bagus"! ujar Maharani.

"Bagaimana rasanya?" balas pesan Maharani.

"Gadis ini benar-benar sangat bagus," jawab pesan singkat itu dengan lugas dan cepat.

Setelah mentransfer pembayarannya, Maharani tersenyum dengan sangat licik sambil memuji pekerjaa para penculik tersebut, "kerja bagus."

Maharani adalah dalang dibalik penculikan oleh dua pria berbaju hitam itu. Rencana Maharani adalah memberikan foto-foto tak senonoh itu kepada Media.

Maharani membeberkan foto tak senonoh itu ke internet untuk merusak nama baik Khansa. Tidak lama kemudian, para netizen mulai berguncing.

[Hei! Tak disangka ternyata Khansa ini benar-benar J*lang sejati dan mesum]

[Kehidupan malam Nona Muda yang tidak pernah terekspos, sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh juga, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai tetap saja baunya tercium]

[Wanita sial, setelah merusak pertunangan saudara perempuannya dia malah merayakan dengan bersenang-senang dengan orang lain]

Bukankah Khansa ini sudah menikah dengan salah satu tuan muda Sebastian?]

[Khansa ini benar-benar wanita sialan! Suaminya sakit-sakitan lalu mencari pria diluar. Lihat saja pakaian yang berserak di lantai, itu adalah pakaian pria yang aku berani bertaruh itu lebih dari satu orang]

[Sungguh wanita yang tidak patut ditiru, membuat buruk citra wanita saja si Khansa ini]

[Mati adalah lebih baik baginya]

[Usir saja! Jangan biarkan dia tinggal di kota Palembang ini, membuat buruk citra kota Palembang kita saja]

[Sungguh tidak tahu malu, jika wanita ini masih berani untuk hidup]

[Kasihan keluarga Isvara harus menanggung malu tentang hal ini]

Tawa Maharani semakin terdengar renyah, Maharani telah membayar penculik itu dengan nilai yang sangat mahal, lalu menggunakan kenalannya dalam dunia hiburan untuk memviralkan foto-foto Khansa yang terlihat tidak senonoh itu.

Karena itulah foto-foto skandal itu jadi lebih mudah terbit tanpa sensor dan menjadi trending topik nomor satu di pencarian dunia maya berkat bantuan kolega Maharani tersebut.

"Nona Muda yang cabul," judul trending topik pada hari ini.

Bahkan Maharani menggunakan jasa penyuara untuk di media-media online, mereka dibayar untuk memperkeruh berita viral tentang Khansa, menyebarkan komentar-komentar kebencian untuk memojokan citra Khansa menjadi buruk.

Kali ini Maharani telah merasa menang, merasa sudah berhasil mendorong Khansa masuk kedalam jurang, tanpa bisa kembali lagi ke permukaan.

"Selamat menikmati kehancuran," tawa Maharani dalam ucapnya.

Bagi Maharani mata harus dibayar dengan mata, Khansa menghancurkan kehidupan putriny, maka kehidupan Khansa juga harus hancur. Dengan begini barulah bisa dikatakan impas.

Jihan menyadari hal itu dan segera mencari Maharani untuk memastikan dengan Maharani tentang foto tak senonoh yang tersebar di internet.

"Bu! Apa foto-foto skandal Khansa itu adalah perbuatan ibu?" tanya Jihan.

Maharani mengangguk dengan puas, akhirnya Khansa bisa terjebak, "Bu! Kau memang luar biasa," puji Jihan.

"Benar-benar gila foto tersebut, sungguh erotis," ujar Khansa.

"Bu apakah pria-pria itu benar-benar meniduri Khansa?" tanya Jihan lagi.

"Tentu saja," jawab Maharani.

"Aku telah membayar mereka dengan mahal untuk menodai Khansa," jelas Maharani lagi.

"Dibayar mahal, mendapat barang gratis, hanya orang bodoh yang menolaknya," ujar Maharani lagi.

Jihan melompat kegirangan seraya menepuk kedua tangannya dengan senang, "Rasakan kau j*lang, siapa suruh kau suka sekali menggoda pria-pria."

"Sebentar lagi Khansa pasti akan mengalami stress tingkat tinggi karena merasa malu," ujar Jihan.

Jihan mulai kegirangan, kelihatannya Khansa si rubah penggoda sangat pantas digilir pria! Jihan tertawa keras, "Hahaha!"

Novel Pengantin Pengganti Bab 75 Selesai

Kamu bisa membaca bab selanjutnya dengan cara terus mengikuti perkembangan situs ini dan selalu gratis untuk kalian semua. Kamu juga bisa membagikan link novel ini ke teman-teman kamu.

Jika kamu ingin membaca novel dengan judul yang berbeda kamu bisa membacanya di situs ini karena di situs ini terdapat berbagai novel yang berbeda yang bisa kamu baca secara gratis.

Novel Pengantin Penggantin Bab 74


Untuk kamu yang suka membaca novel akan tetapi tidak mau berlangganan terlebih dahulu kamu bisa membaca Novel Pengantin Pengganti di situs ini dengan gratis.

Kisah Pengantin Pengganti. Novel ini bergenre romantis dan sedang trend saat ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti cerita tentang kisah cinta Nico yang ditinggal pergi oleh tunangannya yang pergi dua bulan menjelang pernikahan mereka

Tunggu Apalagi mari baca Novel Pengantin Pengganti Bab 74 ini.

Novel Romantis Pengantin Pengganti Bab 74

Leon menatapi Khansa dengan binar gairah laki-laki normal, Leon pun membenamkan wajah Khansa yang memerah dalam pelukanya. Wajah yang telah mati-matian dirasa menggodai hatinya dengan gemuruh kencang, bagai badai yang tidak bisa dia kendalikan.

Melihat Khansa memakai cadarnya itu sudah seperti godaan baginya, apalagi sekarang, tidur seranjang dengannya tanpa menggunakan cadar dan dengan aroma tubuh yang menggoda.

Leon mulai mau mencium Khansa lagi, tapi Khansa menolak karena sudah ingin istirahat.

"Aku lelah," ujar Khansa.

Ya baru saja menjadi ayam betina yang murka, tentu saja menguras habis energi Khansa malam ini, di tambah sebelumnya memukul tiga ekor ular dengan telak, yakni Hendra, Jihan dan Maharani. Jadi yang Khansa inginkan hanya menidurkan tubuh lelahnya ini, mengumpulkan energi untuk peperangan selanjutnya.

Leon hanya bisa membaringkan tubuh Khansa di sebelahnya, lalu juga membaringkan tubuhnya di sebelah Khansa sambil menatapi langit-langit kamarnya menatapi lampu kristal yang menggantung mewah di atas sana. Leon meletakan satu tangannya menutupi kedua matanya.

Leon memang sakit, namun untuk soal yang itu, Leon sehat 100%. Leon menghela napas panjang, lalu mulai menyelimuti Khansa, "Ayo! saatnya tidur."

Leon hanya bisa menyemangati hatinya, "Harap bersabar ini ujian."

Khansa dengan cepat pun terpulas dalam pelukan Leon, sementara Leon menciumi kening khansa sambil menikmati aroma manis dari tubuh Khansa. Ini rasanya seperti menyiumi aroma tubuh dan aroma mulut bayi yang tercium sangat harum.

Khansa tidur dalam pelukan Leon. Saat ini, Hendra menelepon lagi, Leon mengangkat panggilan itu dan menyeringai nakal.

Hendra terpaku karena emosi yang sudah dia tahan dari sebelumnya, akhirnya Khansa mau menjawab panggilan telponnya, "Khansa!" panggilnya.

"Dia sudah tidur!" jawab Leon dengan nada dingin, memotong kalimat yang baru saja Hendra akan katakan kepada Khansa.

Hendra yang mendengar jika yang menjawab ponsel Khansa adalah suara seorang pria, dan ini adalah tengah malam, terang saja langsung membuat Hendra membeku, sampai-sampai sesaat tadi Hendra lupa untuk bernapas.

Berdasarkan sikap arogan dan dominan yang Leon miliki, jelas saja dia ingin pamer dengan tuan muda Ugraha yang sedang mencoba mengejar istri kecilnya itu.

"Tuan muda Ugraha, mohon maaf. Khansa sudah tidur. Nampaknya dia terlalu lelah karena aktivitas malam kami tadi," ujar Leon membual kepada Hendra.

Setelah menekankan perkataan terselubung jika Khansa adalah miliknya, Leon dengan hati ringan langsung saja menutup panggilan telpon dari Hendra itu.

“Ingin berebut dengan aku, hah! Mimpi saja," ujar Leon menyeringai kesal bercampur dengan cemburu. Lalu meletakan kembali ponsel Khansa di atas nakas lalu merebahkan dirinya kembali sambil memeluki tubuh Khansa lagi.

"Ini adalah Khansaku, mana boleh kau kejar, dan tidak pantas kau kejar, hardik Leon lagi kepada Hendra dalam hati.

Keesokan paginya setelah sarapan pagi bersama, Khansa mengatakan kepada Leon jika dia ingin pergi ke rumah sakit. Khansa ingin pergi untuk menjenguk Bibi Fida yang masih di rawat di rumah sakit.

Leon pun mengantar Khansa sampai ke rumah sakit, namun tidak ikut masuk. Khansa bertemu Jihan di depan pintu rumah sakit.

Penampilan Jihan sudah sangat buruk rupa, mata yang membengkak karena terlalu banyak menangis, garis hitam di bawah matanya, biasa disebut mata panda. Nampaknya Jihan tidak tidur semalaman. Impiannya selangkah lagi menjadi nyonya muda Ugraha telah di hancurkan oleh Khansa dengan begitu mudahnya.

"Khansa di mana Kak Hendra?" pekik marah Jihan.

"Dimana kau menybunyikannya!?" tanya hardik Jihan.

"Ayo! Cepat katakan, dasar murahan!"

Jihan merasa jika Khansa menyembunyikan tuan muda Ugraha, karena Jihan berkali-kali menghubungi namun Hendra tidak menjawab panggilannya.

"Ayo! Cepat katakan!" Hardik Jihan lagi dengan nada yang sudah tidak sabaran.

Sejak hari itu, Jihan tidak bisa menghubungi Hendra, Jihan mulai marah pada Khansa, Khansa dengan bangga berkata kalau Hendra terus menghubungi dirinya tapi tidak di jawab.

"Untuk apa aku menyembunyikannya, panggilan telponnya yang ratusan kali itu pun aku malas untuk menjawabnya," ungkap Khansa sambil menyeringai.

"Apa?" tanya Jihan tidak mempercayai perkataan Khansa.

"Apa katam? Kak Hendra ada menghubungimu?" tanya Jihan penasaran.

Jelas saja hati Jihan marah dan cemburu ketika dirinya ratusan kali menghubungi Hendra, tapi malah Hendra ratusan kali menghubungi Khansa.

"Dasar j*lang, kau pasti sudah menggunai-gunai Kak Hendra kan, kau sudah memeletnya sehingga lupa dengan aku," ujwe marah Jihan.

"Mengaku saja hah!" pekik teriak Jihan lagi.

"Untuk apa aku bermain dukun, jika aku mau maka orang pertama yg aku guna-guna adalah Fauzan, agar dia patuh kepada aku dan aku bisa mengusir kalian ke jalanan dengan hati senang," tukas Khansa tak kalah marahnya.

"Jihan!" panggil Khansa.

"Aku tak ada waktu meladeni kau dengan kesedihanmu yang mengenaskan ini! Masih ada hal penting yang harus aku urus," gumam Khansa.

"Aku pergi dulu ya!" ujar Khansa dengan sedikit nyinyir.

Lalu Khansa melangkah masuk ke dalam rumah sakit dengan hati senang. Sementara, Jihan langsung mengepalkan tangan dengan geram karena merasa sangat marah kepada Khansa, jika saja kemarahan itu ada bentuknya, maka niscaya saat ini akan keluar kepulan asap dari ubun-ubun kepala Jihan.

Merasa tidak mendapatkan hasil dari aksi mencegat Khansa, maka Jihan pulang ke rumah dengan gontai, lalu mengadu dengan sedih pada Maharani tentang kejadian hari ini.

"Bu lihatlah bagaimana Khansa telah mengguna-guna Kak Hendra. Bahkan Kak Hendra tidak mau mendengar suara aku!" ujarnya sedih.

"Kak Hendra sudah tidak mau aku lagi," ujarnya lirih.

Jihan sangat marah, "Akan lebih jika Khansa Isvara mati bu!" tukas Jihan lagi.

Wajah Maharani nampak buruk sekali, tak kalah buruknya dengan penampilan yang sama seperti Jihan. Dirinya merasa Khansa ini benar-benar racun dunia, semenjak kedatangannya kehidupan dia dan putrinya menjadi sangat kacau.

Rencana dan harapan terbesar Maharani adalah agar putri-putrinya menikah dengan salah satu tuan muda dari empat keluarga yang berkuasa di Palembang ini. Sudah akan selangkah lagi berhasil, tapi racun dunia itu menghancurkannya dalam satu kali tepuk. Saat ini Maharani benar-benar merasa menjadi seeokor lalat yang mudah dibunuh.

"Bu, kak Hendra pasti akan mengejar Khansa lagi, lalu mereka akan kembali seperti dulu lagi," tangis pecah Jihan.

Maharani menenangkan putrinya itu, lalu menyeka air mata Jihan sambil menghiburnya.

Maharani sudah mulai merancang rencana menikahkan Jihan pada salah satu dari empat keluarga terhebat ini telah sangat lama, hatinya juga sangat mengutuki keras dengan lantang kepada Khansa. Semua usahanya sia-sia.

Maharani sedih melihat Jihan dan menghibur Jihan, ''Percayalah pada ibu, kali ini aku akan membuat Khansa menyesal atas perbuatannya."

Novel Pengantin Pengganti Bab 74 Selesai

Kamu bisa membaca bab selanjutnya dengan cara terus mengikuti perkembangan situs ini dan selalu gratis untuk kalian semua. Kamu juga bisa membagikan link novel ini ke teman-teman kamu.

Jika kamu ingin membaca novel dengan judul yang berbeda kamu bisa membacanya di situs ini karena di situs ini terdapat berbagai novel yang berbeda yang bisa kamu baca secara gratis.