Selasa, 15 Februari 2022

Sinopsis novel dilan


Ia ialah Dilanku Tahun 1990 edisi 1 warna biru muda dengan figur Dilan dan sepeda motornya yang jadi covernya. Nach, gambar Dilan yang memakai seragam SMA dengan style yang paling rileks yang berada di Cover digambarkan sendiri oleh si penulis Pidi Baiq. Gambar yang ada di cover jadi ciri-ciri dari isi novel yang memvisualisasikan kehidupan remaja. Di bawah gambar Dilan tertera quotes Pidi Baiq menambahkan kesan-kesan menarik untuk sampulnya.

Identitas buku 

Judul : Ia Ialah Dilanku Tahun 1990

Penulis : Pidi Baiq

Penerbit : Pastel Books

Jenis : Romance

Tahun keluar : 2014

Jumlah halaman : 348 halaman

ISBN : 978 - 602 - 7870 - 41 - 3

Harga : Rp. 59.000

Skenario Novel Dilan- Cinta, meskipun telah berakhir demikian lama, tetap, saat diingat demikian manis.

Milea, ia kembali lagi ke tahun 1990 untuk bercerita seorang lelaki yang sempat jadi seorang yang paling disayanginya, Dilan.

Lelaki yang dekatinya (milea) tidak dengan seikat bunga atau kalimat manis untuk menarik perhatiannya. Tetapi, lewat ramalan seperti tergambarkan pada bagian narasi berikut :

"Saya ramal, kelak kita berjumpa di kantin." - Dilan -hlm. 20

Tetapi, sangat sayang ramalannya salah. Hari itu, Miela tidak ke kantin karena dia harus mengulas masalah kelas dengan teman-temannya. Sebuah langkah simpel tetapi buat senyuman diputuskan Dilan untuk kembali mengundang perhatian dari Milea. Dian mengirimi Piyan untuk sampaikan suratnya yang didalamnya :

"Milea, ramalanku, kita akan berjumpa di kantin. Rupanya salah. Maaf, tetapi ingin meramal kembali : esok kita akan berjumpa." - Dilan - halaman. 22

Nantikan, esok yang diartikan oleh dilan itu ialah hari minggu. Tidak kemungkinan, kan mereka berjumpa? Tetapi, rupanya ramalannya ini kali betul. Dilan tiba ke rumah Miela untuk sampaikan surat undangannya yang didalamnya :

"Bismillahirrahmanirrahim. Bernama Allah Yang Maha Penyayang lagiPenyayang. Sama ini, dengan penuh hati, mengundang Milea Adnan untuk sekolah pada : Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu." - Dilan - hlm. 27

Beberapa hal yang simpel ini kenyataannya bisa membuat Milea tersenyum, dan perlahan-lahan mulai menyimpan perhatiannya ke Dilan. Hingga, sesaat ia lupa, ada Beni yakni kekasihnya yang ada di Jakarta.

Milea tidak ingin kehilangan Dilan. Untuknya, Dilan seperti suatu hal yang selalu bisa membuat setiap harinya penuh warna. Tetapi, ia terlihat benar-benar jahat pada Dilan, karena ia ingin untuk terima perhatian dari Dilan, walau sebenarnya ia telah ada yang mempunyai.

Sampai di saat milea putuskan hubungan dengan beni, kekasihnya di jakarta. Dia cowok yang paling emosian dan manja. Karena satu hal yang gak perlu diterangkan. Sejak itu hubugan Dilan dan Milea makin kuat saja.

Resensi novel dilan tahun 1990

Yang ada ada di belakang buku sebetulnya tidak memberi rangkuman berkenaan narasi yang ada dalam novel dilan ini tetapi, lebih ke memberi deskripsi tentang sikap Dilan oleh pendapat-pendapat beberapa pembaca skenario novel dilan.

Milea dan figur liannya seolah lenyap dan cuma Dilan lah sebagai ttitik khusus beberapa pembaca, namun, perihal ini pula yang jadikan novel Dilan ini makin memikat karena pembaca dibikin ingin tahu pada figur, jalan cerita, dan watak dari tiap-tiap figurnya yang tidak ungkap oleh pengarang Pidi Baiq dalam skenarionya.

Disamping itu, Pidi Baiq menambah beberapa kalimat yang ada dalam pembicaraan di antara Dilan dan Milea yang dijadikan sisi yang memikat pada novelnya.

Elemen Intrinsik Novel Ia ialah Dilanku (novel dilan 1)

a). Plot/Jalur Narasi

Jalan cerita yang ada dalam novel ini ialah jalur mundur. Buku ini dibuka dengan perjumpaan nama dan muka beberapa figur. Baik khusus atau figur sambilan. Pada bab awalnya, Miela akan mengenalkan segala hal mengenai dianya, cerita cintanya dan keluarganya.

Pada bab ke-2 , Miela akan bercerita mengenai perjalanan cintanya bersama Dilan di tahun 1990. Cerita cinta ini yang paling romantis denga semua kesederhanaanya. 

b). Karakter Figur

Dilan

Kenalkan "Dilan", adalah figur yang pasti akan membuat cewek-cewek klepek-klepek saat kalian sudah baca ceritanya. Awalnya, jauhi dahulu, pikirkan kalian semuanya mengenai bagaimana watak Dilan di sini (ingat jika Dilan dilukiskan sebagai anggota dari geng motor), Dilan itu baik, romantis kembali, bagaimana tidak buat klepek-klepek?

Dilan dikisahkan dalam novel ini, ialah figur cowok remaja kelas dua SMA yang mempunyai watak diri yang orisinal. Kita akan mendapati sososk Ali Topan saat ketahui Dilan ialah anggota geng motor, menjadi satu diantara "jawara" sekolah tetapi otaknya pintar.

Dia selalu juara satu di kelasnya, rebel tetapi pintar, mempunyai jiwa revolusioner. Tetapi kita akan mendapati Lupus dalam Dilan, ia orang yang humoris, senang main-main dan asyiknya nyentrik.

Dilan ialah pencinta beberapa karya sastra, koran Tempo dan penggemar beberapa tokoh revolusioner. Dia orang yang unik, dia mempunyai style romantisnya tertentu. Pikirkan saja, Dilan Pernah mengirim surat ke Milea yang berisi undangan untuk datang kesekolah tiap hari.

Pada hari ulang tahun Milea, Dilan terlambat mengucapkan selamat, tetapi hadiah darinya ialah yang paling Milea mengenal yaitu buku TTS bercover mode China yang semua TTS-nya sudah diisikan oleh Dilan. Dalam hadiah itu ada tulisan yang mengeluarkan bunyi "Saya sayang kamu. Saya tidak ingin kamu pusing karena harus mengisinya."

Cala Dilan memperlihatkan cintanya selalu nyentrik, mengagetkan. Mengagetkan dan membuat bingung tetapi selalu sukses membuat Miela tersipu, tindakan Dilan dalam memercayakan cokelat pada pedang-pedagang yang melalui rumah Miela selalu membuat Miela berasa diistewakan.

Jujur saja, sang penulis artikel ini juga menyenangi watak, karakter Dilan. Dilan benar-benar pakar dalam atur situasi agar lebih bagus. Dilan benar-benar bela Miela. Saat seorang teman Dilan yang sama sebagai anggota geng motor menampar Milea,langsung Dilan berkelahi dengan temannya itu,

Miela

Cewek elok, rekan sekolah Dilan, Dari pemikiran Miela semua narasi Dilan disuguhi. Di suatu waktu, Milea yang saat ini telah memiliki keluarga, terpikir figur Dilan, kekasihnya di saat SMA yang paling dia sayangi. Milea juga Tuliskan ceritanya.

Saat itu, di sekolahnyua. Miela ialah siswi baru, pindahan dari jakarta, dia turut ke Bandumg karena ayahnya yang profesinya sebagai TNI itu ditugaskan di Bandung. Semenjak di Bandung Miela ini lebih banyak yang menyukai kepadanya, ada Nandan sang anak basket, Anhar sang ketua geng motor, Kang Adi mahasiswa ITB yang disebut guru privatnya, dan Beni, yakni kekasihnya yang bersekolah di jakarta.

Video Clip Milea Figur Milea

Pemikiran

Pemikiran yang teradapat dalam buku ini ialah Miela aktor khusus (saya) atau figur khusus.

Latar waktu

Narasi berdasar tahun 1990. Semua seseuatu masih simpel waktu, remaja tahu 1990 habiskan waktu dengan beberapa bekerja jalanan berkeliling-keliling kota.

Antiknya, novel ini mengajari kita jika tidak harus repot dalam permasalahan seting tempat dan waktu.

Latar tempat

Novel dilan dan Miela hanya bertempakan di sekolah, warung Bu Eem, rumah Milea. Rumah Dilan dan beberapa jalan di Bandung. Itu juga tidak dilukiskan dengan detil.

Perselisihan

Jalinan Milea dengan Dilan tidak terus-terusan lancar. Harus diingat, Dilan ialah anak geng motor dan Milea ditaksir oleh beberapa cowok. Bermacam perselisihan muncul karena hal tersebu.

Tidak begit mendebarkan, namun tetap kuat. Dan selalu, perselisihan yang terjadi selalu berbuntut pada situasi yang manis.

Style Bahasa

Novel dilan ini tidak demikian lain dengan penulisan Pidi Baiq pada kreasi beberapa buku awalnya. Yaitu selalu enteng, simpel tetapi terkesan. Walau tulisan dalam buku ini ceritanya ialah tulisa langsug dari figur Mulea tetapi style penulisannya masih tetap ciri khas tulisan Pidi Baiq sekali.

Saat Milea mulai tuliskan catatanya mengenai Dilan, ia ngomong jika style penulisannya akan dibikin seperti tulisan Dilan. Tata bahasa Indonesia yang hampir baku, formasi kalimatnya terkadang tidak wajar, diputar-putar dan ada kesan-kesan filosofis dalam kesederhanaan diksinya.

Tersebut bahasa Dilan, kelihatan serupa dengan tata bahasanya Pidi Baiq. Apa memang Dilan ini ialah realisasi dari Pidi Paiq??

Instruksi

Membaca novel Dila ini bisa membuat kamu kangen minimal pada tiga hal. Pertama, pada periode SMA. Dari saat saat menyaksikan warna cover buku saja, kita telah diingatkan dengan seragam waktu kita SMA. selanjutnya,kita akan ditempatkan pada scene persekolahan seperti seperti keadaan jam-jam istirahat di kantin, bandel di saat upacara, terlambat masuk sekolah, bencana guru berlagak jawara dan situasi tempat tongkrongan.

ke-2 , ialah saat-saat jatuh hati. Mahfum, narasi novel ini menceritakan sidoi yang jalani jalinan dari 0 sampai ke tahapan terindah dalam jalinan (jadian).

Kamu yang telah mempunyai kekasih tentunya akan jatuh hati kembali dan sembunyi-sembunyi akan berencana tingkah laku romantis dengan kekonyolannya, seperti yang sudah dilakukan oleh Dilan.

Ke-3 , Sebagai penglihatan tertentu dari novel dilan ini ialah nuansa 90an. Buku ini ialah mesin saat yang ajak kita untuk menyaksikan kembali seperti mana kekasihan tanpa handphone dan cuma memercayakan telephone rumah dan begitu keramatnya surat cinta.

Karena terbatas dan selalu berjeda, komunikasi di antara Dilan dan Milea saat mereka tidak bersama jadi sebuah komunikasi yang istimewah, Narasi cinta zaman dahulu yang tidak serba instant dan selalu mempunyai kwalitasnya sendiri.

Kekurangan Novel Dilan tahun 1990 (1)

Deskripsi berkenaan figur kurang detil, sepeti tinggi, rupa muka warna kulit

Tidak konsisnten dalam pemakaian tata bahasa seperti tidak, engga

Akhirnya buku ini yang menggantung (walau bukan betul-betul yang terkahir, ingat ada buku yang ke-2 tahun 1991), tetapi masih tetap membuat ingin tahu.

Beberapa komedi berasa garing dan berkesan seperti dipaksa

Kelebihan Novel Dilan tahun 1990 (1)

Bisa membuat narasi makin hidup cukup dengan diskusi, karena seting tempatnya cuma sediki dan itu tidak diterangkan dengan detil

Diskusi yang dipakai ialah kalimat langsung, tanpa embel-embel "kataku", dan menanyakan dan lain-lain sehinggap dapat membuat pembicaraan makin hidup dan menarik

Bahasa yang dipakai demikian simpel, tidak norak, tetapi bisa berasa nuansa romantisme nya.

Mesk bukunya cukup tebal, tulisannya lumayan besar hingga lebih gampang untuk dibaca

Membuat kita bernostalgia ke jaman saat-saat SMA.

Ada contoh.

Previous Post
Next Post

0 Comments: