Untuk kamu yang suka membaca novel akan tetapi tidak mau berlangganan terlebih dahulu kamu bisa membaca Novel Pengantin Pengganti di situs ini dengan gratis.
Kisah Pengantin Pengganti. Novel ini bergenre romantis dan sedang trend saat ini.
Novel Romantis Pengantin Pengganti cerita tentang kisah cinta Nico yang ditinggal pergi oleh tunangannya yang pergi dua bulan menjelang pernikahan mereka
Tunggu Apalagi mari baca Novel Pengantin Pengganti Bab 39 ini.
Novel Romantis Pengantin Pengganti Bab 39
Kini Khansa telah menikah ke Vila Anggrek, baru tinggal sebentar di sini Khansa menyadari suatu hal yang tidak dirinya miliki dari hubungan Leon dan Nenek Sebastian, yaitu kehangatan keluarga yang sebenarnya, terbersit sedikir rasa iri di hati Khansa melihat cerminan beda antara keluarga Sebastian dan juga keluarga Isvara.
Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata.
Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang dimiliki dalam keluarga.
Khansa meski pun terbilang muda sudah sangat baik belajar makna dari sebuah kisah keluarga yang berurai air mata, "Tidak semua yang memiliki ikatan darah akan berlaku baik kepadamu," pikir Khansa.
Keluarga yang baik dimulai dengan cinta, dibangun dengan kasih sayang, dan dipelihara dengan kesetiaan, dan ayahnya sudah menghancurkan tatanan keluarga harmonis mereka ketika ayahnya menjadikan Maharani sebagai selirnya, dan malah mengasingkannya untuk tinggal di Desa, bukan hanya setahun dua tahun, bahkan sampai Khansa beranjak dewasa.
Barulah dipanggil kembali, ini pun karena mereka ingin menjadikan Khansa sebagai pengantin pengganti untuk keluarga Sebastian. Namun, Khansa tetap bersykur karena hal itu, membuatnya menjadi lebih tangguh dibanding gadis-gadis seusianya, yang hanya tahu berfoya-foya dan bersenang-senang, seperti Jihan dan juga Jane Gautama.
Melihat Khansa masih terlihat begitu lelah dan nampak bersedih hati, maka Nenek tidak ingin memperpanjang diskusinya. Nenek Sebastian meminta Khansa untuk segera pergi beristirahat.
"Jangan terlalu lelah," nasehat Nenek Sebastian sambil menepuk-nepuk tangan Khansa.
Khansa pun menganguk dan beranjak pergi ke kamarnya. Khansa naik ke kamarnya di lantai atas. Nenek Khansa memanggil Paman Indra.
"Bagaimana kabar terbaru pasangan muda ini?"
Nenek Sebastian mencari informasi dari Paman Indra, dan mengetahui jika saat ini Leon dan Khansa sedang bertengkar.
"Mereka baru saja bertengkar," jawab Paman Indra.
"Apa-apaan anak itu, baru saja pulang dari perjalanan bisnis, tapi malah langsung bertengkar dengan istri," ujar kesal Nenek Sebastian dengan nada sedikit gemas.
"Tuan Leon tidak pulang bersama Nyonya pagi ini, dan masih ada di rumah sakit," Paman Indra menambahkan laporannya lagi.
Nenek Sebastian merasa pusing karena Leon pandai dalam hal apa pun, kecuali berpacaran, "Hissh anak itu!" gumam geram Nenek Sebastian sambil memijit-mijit kedua pelipisnya.
"Tidak! Tidak bisa begini, jika yang satu kelelahan dan yang satunya bodoh dalam mendekati wanita, lalu? Kapan aku akan menimang cicit," ujarnya kesal.
"Astaga hatiku, astaga kepalaku," gumam nenek Sebastian melirih lagi.
"Aku harus mencari cara jitu dalam hal ini, mengandalkan anak itu, sama saja seperti menunggu uang jatuh dari langit," gumam kesal Nenek Sebastian lagi.
Nenek Sebastian berpikir sesaat, lalu Nenek Sebastian pun tersenyum karena telah menemukan sebuah cara jitu. Nenek Sebastian lalu meminta paman Indra untuk membantu agar Leon dan Khansa berhasil bermesraan malam ini.
"Cepat kalian lakukan apa yang kupinta ini, sebelum Leon pulang!" perintah Nenek Sebastian.
"Baik!" jawab Paman Indra dan segera bergegas menarik pelayan agar ikut membantunya mengeksekusi misi penting yang baru saja diberikan oleh Nenek Sebastian.
Di kamar Khansa pergi mandi air hangat, merilekskan tubuh dan pikirannya di bath up besarnya dengan sabun beraroma wangi vanilla. Membenamkan dirinya sesaat menikmati mandi mewah ini sejenak sambil menyalakan musik klasik yang menenangkan.
Air hangat di bath up itu terasa seperti sedang memijit-mijit tubuhnya yang terasa pegal di sana sini. Merasa sudah cukup segar, Khansa pun menyudahi ritual mandi mewahnya itu.
Khansa mengambil handuk di sisi bath up, lalu mengeringkan rambut dan juga mengeringkan tubuhnya. Khansa meletakan handuk itu dan berganti dengan handuk kimono.
Selesai mandi Khansa membuka lemari di kamarnya. Tapi, malah melihat tidak ada baju ganti.
"Eh ini ... kemana perginya semua baju," pikir Khansa.
Khansa mencoba mencari di lemari yang lain. Di lemari ini Khansa melihat ada banyak baju tidur, banyak sekali baju tidur dengan bahan sutra asli dengan berbagai model.
Khansa memandangi satu persatu, lalu Khansa sembarang memilih satu set. Tadi sebelum ke kamarnya, Khansa meminta kepada salah satu pelayan agar membawakan bayi harimau yang dia lihat sebelumnya.
Khansa ingin bermain dengannya. Melihat bayi harimau tersebut sudah berada di ranjang dalam bentuk keranjang rotan, maka Khansa pun segera bermain sebentar dengan hewan peliharaannya itu.
Khansa membelai bulu halus harimau benggala itu, wajah imut bayi harimau benggala ini benar-benar langsung memikat hati Khansa.
"Lucu dan gemas melihat harimau putih yang masih kecil seperti ini,” gumam senang, gemas Khansa.
Harimau benggala itu masih berusia beberapa bulan, "Aku beri kamu nama Flash, suka tidak?" tanya Khansa sambil tertawa senang.
Khansa menciumi-ciumi Flash dan juga terus membelai bulu halus Flash. Terlihat Flash juga sepertinya menyukai usapan lembut tangan Khansa. Mata Flash terlihat sebentar terpejam, sebentar terbuka.
"Kau sangat menyukainya, ya?" ujar Khansa.
Flash ini dimata Khansa bagaikan anak kucing besar, gigitan Flash pun masih belum berbahaya, karena itu Khansa berani memeluk-memeluk Flash dan menciumnya, bahkan malah menggelitikinya sesekali. Terdengar suara tawa renyah Khansa karena terlalu senang bermain dengan Flash.
Tiba-tiba saja Khansa teringat Leon, karena Nenek Sebastian mengatakan bayi harimau menggala ini adalah hadiah dari Leon untuknya, "Baik juga ternyata dia,” gumam Khansa.
Harimau putih merupakan predator tertinggi di hutan liar sehingga tidak ada satu pun hewan yang akan memburunya.
Satu-satunya yang bisa memburu harimau putih hanyalah manusia. Jadi Khansa berpikir jika Leon sangat baik mau mengadopsi bayi harimau ini, karena secara tidak langsung membantu pemerintah untuk menjaga kelangsungan harimau putih ini dari kepunahan.
Khansa melihat botol susu yang telah disiapkan untuk Flash, lalu memangku Flash dan memegangi botol susu itu agar Flash lebih mudah untuk meminumnya.
"Pasti kau haus, ini! Minum dulu," ujarnya.
"Nah ... nah pelan-pelan saja, tidak ada yang mau merebut botol susumu ini," ujar Khansa sambil mengelus-elus kepala Flash.
"Jika masih haus, nanti akan aku buatkan lagi," janji Khansa.
Sesaat kemudian, Leon pulang. Khansa menyapa seperti biasa saat Leon masuk ke kamar, "Sudah pulang," ujar Khansa tanpa memandang ke arah Leon karena sedang serius menatapi Flash.
Leon terpaku melihat Khansa, Leon tiba-tiba bertanya dengan terkejut pada Khansa, "Astaga, apa yang kamu pakai?”
Khansa merasa aneh, Khansa meletakan Flash di ranjang rotannya. Khansa melangkah ke arah kaca. Kemudian baru tersadar setelah berkaca. Rupanya Khansa bukan memakai baju tidur biasa.
Novel Pengantin Pengganti Bab 39 Selesai
Kamu bisa membaca bab selanjutnya dengan cara terus mengikuti perkembangan situs ini dan selalu gratis untuk kalian semua. Kamu juga bisa membagikan link novel ini ke teman-teman kamu.
Jika kamu ingin membaca novel dengan judul yang berbeda kamu bisa membacanya di situs ini karena di situs ini terdapat berbagai novel yang berbeda yang bisa kamu baca secara gratis.
.png)
0 Comments: